Thursday, March 11, 2010

~TIGA ORANG YANG DICINTAI OLEH ALLAH AZZA WA JALLA_

Dari Abu Dzar ra. dari Nabi saw, beliau bersabda : Tiga orang yang dicintai oleh Allah Maha Muliia dan Maha Besar, yaitu : Seseorang yang mendatangi suatu kaum, ia minta kepada mereka dengan nama Allah, dan ia tidak minta karena kekerabatan antara dia dan mereka, namun mereka mencegahnya, lalu ada seseorang yang mengiringinya; dia memberinya secara rahasia, yang hanya diketahui oleh Allah Yang Maha Mulia lagi Maha Besar dan orang yang diberinya. Dan suatu kaum vang berjalan di malam hari sehingga ketika ia lebih senang tidur dari pada apa yang sedang mereka jalankan, mereka singgah dan meletakkan kepala mereka, lalu di antara mereka ada seorang yang bangun untuk merendahkan diri kepada-Ku dan membaca ayat-ayatKu. Dan seseorang yang berada di daslam pasukan, mereka bertemu musuh lalu mereka berbalik ke belakang namun ia maju lagi sehingga ia terbunuh atau mendapat kemenangan". (Hadits ditakhrij oleh An Nasa'i).

~Bersiwak Dan Bersugi Sebelum Solat

Assalamualaikum,

Hadis Abu Hurairah r.a:
Diriwayatkan daripada Nabi s.a.w, baginda bersabda: "Sekiranya arahan aku tidak akan menyusahkan orang mukmin pada Hadis Zuhair ke atas umatku nescaya aku akan memerintahkan mereka bersugi iaitu mencuci gigi setiap kali hendak mendirikan sembahyang." (Riwayat Muslim)

Memberus dan membersihkan gigi sebelum bersembahyang adalah amalan yang mendapat keredhaan Allah SWT seperti yang disebut di hadith yang berikut:-

Dari Abdullah bin Abbas r.a. bahawa Rasullullah s.a.w. bersabda: "Hendaklah kamu bersiwak untuk membersihkan mulut dan memperoleh keredhaan Tuhan". (al-Bukhari dan al-Baihaqi)

Pernah tidak saudara-saudari apabila solat berjemaah di waktu Suboh atau pun Ishaq di masjid-masjid, sdra-sdri mengalami bau yang busuk yang datang dari mulut Muslimin-Muslimat yang berdiri di sebelah sdra-sdri semasa solat itu?

Apakah rasa sdra-sdri apabila terbau bauan yang tidak menyenangkan itu? Oleh yang demikian sekiranya kita tidak mau jiran disebelah kita terbau bauan yang busuk yang datang dari mulut kita, beruslah gigi kita sebelum ke masjid dan kalau boleh, berkomor dengan "Listerine" supaya mulut kita terasa segar.

Kekhusyukan jiran kita semasa bersolat akan terganggu sekiranya dia terbau sesuatu yang tidak menyenangkan yang datang dari mulut kita dan secara tidak langsung, kita tidak akan mendapat keredhaan Allah SWT dan pahala kita akan dikurangkan dengan sebab yang demikian.

Kita biasanya memberus gigi sebelum tidur atau selepas bangun dari tidur. Tetapi sekiranya kita menambah dengan memberus gigi tiap-tiap kali sebelum solat, maka mulut kita akan sentiasa bersih dari kuman-kuman yang boleh membawa berbagai jenis penyakit kepada badan kita.

Wallahu'alam

HUSNUZH ZHAN (BAIK SANGKA) KEPADA ALLAH TA'ALA

----------------------------------------------------------------------------------

Dari Abu Hurairah ra., ia berkata : Nabi saw. bersabda : "Allah Ta'ala berfirman : "Aku menurut sangkaan hambaKu kepadaKu, dan Aku bersamanya apabila ia ingat kepadaKu. Jika ia ingat kepadaKu dalam dirinya maka Aku mengingatnya dalam diriKu. Jika ia ingat kepadaKu dalam kelompok orang-orang yang lebih baik dari kelompok mereka. Jika ia mendekat kepadaKu sejengkal maka Aku mendekat kepadanya sehasta. jika ia mendekat kepadaKu sehasta maka Aku mendekat kepadanya sedepa. Jika ia datang kepadaKu dengan berjalan maka Aku datang kepadanya dengan berlari-lari kecil". (Hadits ditakhrij oleh Bukhari).

Dari Abu Hurairah ra., ia berkata : Rasulullah saw bersabda : "Sesungguhnya Allah berfirman : "Aku menurut dugaan hambaKu kepadaKu, dan Aku bersamanya apabila ia ingat kepadaKu. (Hadits ditakhrij oleh Turmidzi).


Dari Abu Hurairah ra., ia berkata : Rasulullah saw. bersabda : Allah swt. berfirman : "Aku menurut sangkaan hambaKu kepadaKu, dan Aku bersamanya ketika ia mengingatKu. Jika ia mengingatKu dalam dirinya maka Aku mengingatnya dalam diriKu. Jika ia mengingatKu dalam kelompok orang-orang yang lebih baik dari padanya. Jika ia mendekat kepadaKu sejengkal maka Aku mendekat kepadanya sehasta. Jika ia mendekat kepadaKu sehasta, maka Aku mendekat kepadanya sedepa. Jika ia datang kepadaKu dengan berjalan maka Aku datang kepadanya dengan berlari-lari kecil". (Hadits ditakhrij oleh At Turmidzi).


Dari Abu Hurairah ra., dari Nabi saw, bersabda : "Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla berfirman : "Aku bersama hambaKu apabila ia ingat kepadaKu dan kedua bibirnya bergerak (mengucapkan dzikir) kepadaKu". (Hadits ditakhrij oleh Ibnu Majah).


Dari Abu Hurairah ra., ia berkata : Rasuulullah saw. bersabda : "Allah swt. berfirman : "Aku menurut sangkaan hambaKu kepadaKu, dan Aku bersamanya ketika ia mengingatKu. Jika ia ingat kepadaKu dalam dirinya maka Aku ingat kepadanya dalam diriKu. Jika ia ingat kepadaKu dalam kelompok orang banyak maka Aku mengingatnya dalam kelompok yang lebih baik dari padanya. Jika ia mendekat kepadaKu sejengkal, maka Aku mendekat kepadanya sehasta. Jika ia datang kepadaKu dengan berjalan maka Aku datang kepadanya dengan berlari-lari kecil''. (Hadits ditakhrij oleh Ibnu Majah).

----------------------------------------------------------------------------------

~BARANG SIAPA YANG SENANG UNTUK BERTEMU DENGAN ALLAH MAKA ALLAH SENANG UNTUK BERTEMU DENGANNYA~

----------------------------------------------------------------------------------

Daripada Abu Hurairah R.A. bahawa Rasulullah S.A.W. bersabda : "Allah Yang Maha Mulia dan Maha Besar berfirman : "Apabila hamba-Ku senang bertemu dengan Ku, maka Aku senang untuk bertemu dengan-Nya, apabila ia benci bertemu dengan-Ku, maka Aku benci bertemu dengannya. (Hadits ditakhrij oleh Bukhari).


Dari Ubaidah bin Ash Shamit ra. dari Nabi saw, beliau bersabda : "Barang siapa yang senang untuk bertemu dengan Allah, maka Allah senang untuk bertemu dengannya, dan barang siapa yang benci untuk bertemu dengan-Nya (Allah), maka Allah benci untuk bertemu dengannya". Aisyah atau sebagian isteri beliau berkata : "Sesungguhnya kami tidak senang kematian". Beliau bersabda : "Bukan begitu, tetapi seorang Mu'min apabila kedatangan maut (mati) diberi khabar gembira dengan keridhaan dan kemurahan Allah, sehingga tidak ada sesuatu yang lebih disukai dari pada apa yang dihadapinya, maka ia senang bertemu dengan Allah dan Allah senang bertemu dengannya. Dan sesungguhnya orang-orang katir, apabila kedatangan maut diberi khabar gembira dengan azab dan siksaan Allah, maka tidak ada sesuatu yang lebih dibenci dari pada apa yang dihadapinya. Ia tidak senang bertemu dengan Allah dan Allah tidak senang bertemu dengannya". (Hadits ditakhrij oleh Bukhari).

Dari Nabi saw, beliau bersabda : "Barang siapa yang senang bertemu dengan Allah, maka Allah senang bertemu dengannya, dan barang siapa yang benci bertemu dengan Allah, maka Allah benci bertemu dengannya". (Hadits ditakhrij oleh Bukhari).

Dari Aisyah ra., ia berkata : Rasulullah saw. bersabda : "Barang siapa yang senang bertemu dengan Allah maka Allah senang bertemu dengannva, dan barang siapa yang benci bertemu dengan Allah, maka Allah benci bertemu dengannya . Sedang mati adalah sebelum bertemu dengan Allah". (Hadits ditakhrij oleh Muslim).

Dari Aisyah ra., ia berkata : Rasulullah saw. bersabda : "Barang siapa yang senang bertemu dengan Allah, maka Allah senang bertemu dengannya. Dan barang siapa yang benci bertemu dengan Allah maka Allah benci bertemu dengannya. Saya berkata : "Wahai Nabi Allah, apakah benci mati itu ? "Masing-masing dari kami membenci mati". Beliau bersabda : "Bukanlah demikian, tetapi orang Mu'min apabila diberi khabar gembira dengan rahmat dan keridhaan Allah serta surga-Nya, maka ia senang bertemu dengan Allah, dan A'lah senang bertemu dengannya, dan sesungguhnya orang kafir apabila diberi khabar gembira dengan siksa Allah dan kemurkaan-Nya, maka ia benci bertemu dengan Allah dan Allah benci bertemu dengannya". (Hadits ditakhrij oleh Muslim).

Dari Abu Hurairah ra., ia berkata : Rasulullah saw bersabda : "Barang siapa yang senang bertemu dengan Allah, maka Allah senang bertemu dengannya, dan barang siapa yang benci bertemu dengan Allah, maka Allah benci bertemu dengannya". Syuraih berkata : Saya datang kepada Aisyah ra. saya berkata : "Wahai Ummul Mu'minin, saya mendengar Abu Hurairah menyebutkan sebuah hadits dari Rasulullah saw., jika demikian, kami telah binasa". Aisyah berkata : "Sesungguhnya orang yang binasa adalah orang yang binasa dengan sabda Rasulullah saw Apakah itu ?". Ia berkata : Rasulullah saw bersabda : "Barang siapa yang senang bertemu dengan Allah maka Allah senang bertemu dengannya. Dan barang siapa yang benci bertemu dengan Allah, maka Allah benci bertemu dengannya. Tidak seorang pun diantara kami melainkan ia benci kematian". Aisyah bekata : Rasulullah saw telah menyabadakannya ; Bukan seperti pendapatmu tetapi apabila penglihatan telah membalik, dada telah kembang kempis, kulit telah menggigil, dan jari-jari telah menggenggam, ketika itulah .... "Barang siapa yang senang bertemu dengan Allah maka Allah senang bertemu dengannya. Dan barang siapa benci bertemu dengan Allah maka Allah benci bertemu dengannya". (Hadits ditakhrij oleh Muslim).

Dari Abu Hurairah ra. bahwasanya Rasulullah saw. bersabda : "Allah Yang Maha Suci dan Maha Tinggi berfirman : "Apabila hamba-Ku senang bertemu dengan Ku, maka Aku senang bertemu dengan-Nya, dan jika ia benci bertemu dengan-Ku, maka Aku benci bertemu dengannya". (Hadits ditakhrij oleh Malik).


----------------------------------------------------------------------------------

Sunday, March 7, 2010

~Gambar-Gambar Di Rumah~

Hadis Ibnu Abbas r.a:
Daripada Nabi s.a.w baginda bersabda: Malaikat tidak akan masuk ke dalam rumah yang terdapat anjing atau gambar-gambar. (Riwayat Muslim)

Hadis Aisyah r.a katanya:
Kami mempunyai kain langsir yang bergambar burung. Orang yang hendak masuk, tentu akan melihat kain langsir yang bergambar tersebut. Lalu Rasulullah s.a.w bersabda kepadaku: "Gantilah kain langsir ini, kerana setiap kali aku masuk dan melihatnya aku menjadi ingat kepada dunia." (Riwayat Muslim)

Hadis Ibnu Umar r.a:
Sesungguhnya Rasulullah s.a.w pernah bersabda: "Orang-orang yang membuat atau melukis gambar-gambar akan diseksa pada Hari Kiamat. Maka akan difirmankan kepada mereka: Hidupkan apa yang telah kamu ciptakan." (Riwayat Muslim)

Thursday, March 4, 2010

~Mengapa Solat Awal Waktu?~







Mengapa solat awal waktu? Apakah kelebihannya?

Saudara,

Apabila azan dilaungkan maka frekuensi azan akan dirambatkan keserata tempat. Frekuensi azan ini akan menjadikan frekuensi sekitar ke tahap theta yang paling rendah (deep theta). Untuk memahami tentang frekuensi, sila rujuk artikel frekuensi yang saya jelaskan sebelum ini di sini.

Mari bersolat DI AWAL WAKTU secara BERJEMAAH

***



Saudara,

Air merupakan salah satu makhluk Allah yang mampu untuk menurunkan frekuensi gelombang otak ke alpha dengan cepat. Kerana itu apabila kita berada di dalam keadaan marah, kita diminta untuk mengambil wudhuk agar kita menjadi tenang.

Begitu juga jika anak menangis. Kita boleh sapukan dengan air sambil meminta izin pada Allah dan berkomunikasi dengan air itu sendiri. Air juga makhluk Allah dan kita meminta bantuan air sepertimana kita meminta pada manusia. Ingatlah semua benda di dunia ini adalah makhluk Allah. Milik Allah.

Juga lagi jika kita berada di dalam keadaan stress akibat kerja yang banyak atau juga stress kerana study (baik untuk mereka yang sedang membuat PhD), minumlah air yang banyak. Air boleh menenangkan stress.

Mohonlah agar diberi ketenangan daripada Allah kerana Allah adalah pemilik kepada air dan diri kita. Mohonlah juga kepada air atas hubungan sesama makhluk iaitu kita dan air.

***



Berbalik kepada solat awal waktu. Apabila azan dilaungkan maka azan tersebut mampu menurunkan frekuensi persekitaran ke tahap theta yang paling rendah (deep theta). Apabila kita mengerja solat ketika ini dan ditambah dengan adanya wudhuk, maka frekuensi fikiran kita akan mampu turun sampai ke tahap theta ataupun sekurang-kurangnya alpha yang paling bawah (deep alpha). Ketika ini pastinya menjadi mudah untuk mencapai tahap khusyuk.

Deep theta + Alpha = theta atau deep alpha

Jika kita solat di tengah atau di akhir waktu, maka tenaga frekuensi azan ini telah berkurangan dan mungkin sudah habis. Maka agak sukar sedikit untuk mencapai tahap theta tersebut.


Jika kita bersolat di masjid atau surau secara berjemaah, maka lebih kuat frekuensi thetanya kerana dari masjid dan suraulah azan dilaungkan. Sebab itu kita lebih mudah mencapai tahap khusyuk jika bersolat di masjid atau surau di awal waktu. Maha Besar Allah yang menjadikan sesuatu itu tidak ada sia-sianya.

***




Saudara,

Marilah kita berkomunikasi dengan Allah meminta agar kita sentiasa bersolat di awal waktu. Jika kita malas, atau ada lagi kerja yang ingin dilakukan, maka berkomunikasi dengan Allah dengan memohon keizinan untuk solat lewat waktu.

“Ya Allah, aku ingin buat kerja dahulu ya Allah. Aku ingin siapkan sedikit sahaja lagi kerja ini. Aku minta kebenaran padaMu ya Allah. Izinkan aku solat lewat”.

PERCAYALAH. Pengalaman saya berkomunikasi dengan Allah sedemikian rupa TIDAK akan membawa kepada apa-apa kejayaan. Hati dan jiwa saya serta tubuh saya secara automatik akan bangun dan terus mengambil wudhuk untuk mengerjakan solat. Permohonan saya untuk lewat solat sentiasa menemui KEGAGALAN.

***



Semoga Allah sentiasa melimpahkan ilmunya kepada kita semua. Ameen.

Wednesday, March 3, 2010

~Maksiat Di Depan Mata, Dimanakah Kita?~

Hari ini, ketika ini, dan saat ini, ketika kemungkaran dan maksiat menjadi sebahagian daripada kehidupan masyarakat dan ummat yang kita sayang, DIMANAKAH KITA?
Dimanakah kita yang mengatakan bahawa kita meletakkan
• Al-Quran dan As-Sunnah sebagai perlembagaan,
• Rasulullah sebagai model ikutan,
• Allah sebagai tujuan dan
• Jihad fi sabilillah sebagai penamat kehidupan??

Amatlah jelik sekali pada masa ini ketika ummat yang lantang berkata kononnya kita menegakkan negara Islam di kalangan pemimpin-pemimpin kita,mereka yang dengan lantang mengatakan kita ikut langkah Islam dalam negara ini, turut sama leka dalam jalan taghut.
Malah amat lagi menyedihkan bilamana maksiat itu dilihat sebagai perkara biasa yang normal untuk berlaku dimana-mana.

Saudara ku,

Syaitan akan mengindahkan pandangan manusia ini atas maksiat yang kita lakukan.
Perhubungan tanpa batasan atas nama cinta sejati antara dua insan dipandang indah oleh masyarakat, dipandang cantik oleh sahabat handai malah dipopularkan oleh ramai dalam kalangan kita dan bahkan ia dipandang mulia.
Namun, perhubungan untuk membina baitul muslim secara baik dan suci tanpa ikatan dan perhubungan yang keji dipandang kolot dan ketinggalan zaman bahkan tidak lagi sesuai dengan zaman ini.
Pemuda-pemuda dan para pejuang yang membawakan dakwah Islamiyah, yang ingin meletakkan kefahaman yang betul kepada ummat dipandang sebagai orang penyibuk bahkan mungkin sekali akan dilabel sebagai ‘terrorist’, pengganas, malah dilabel juga sebagai ‘extremist’. Wujudkah ekstremist dalam beragama? Andai mereka yang mahu menegakkan perintah Allah, mendukung kebenaran serta menjalankan perintah Allah itu digelar ekstrem, bukanlah patut kita gelarkan mereka yang sengaja mahu melanggar perintah Allah juga sebagai ekstrem? ‘Ekstrem’ dalam melakukan kemungkaran. Tidak layakkah begitu?

Para pendokong yang ingin membawa semula ummat Islam kepada Islam dipandang sebagai lebai-lebai yang kuno,kolot dan ketinggalan zaman. Bahkan senang sekali dikatakan:

“Aku enjoy,enjoy gak. Ibadat,ibadat jugak”.
Maka adakah kehidupan kita ini membezakan kehidupan ini dengan Islam?
Bukankah sebagai muslim, kehidupan kita adalah Islam dan Islam itu adalah kehidupan. Bahkan untuk berseronok sakan pun bukankah lebih cantik dan lebih indah sekali kalau ianya selari dengan jalan Islam.

Tiada pergaulan tanpa batas. Tiada kelucahan. Bahkan da`wah juga dapat disampaikan melalui hiburan. Ini bukanlah sesuatu yang mustahil. Tidak semestinya lagu nasyid sahaja perlu ada unsur da`wah. Bukankah lebih cantik andai lagu rock juga ada unsur da`wah?

Tidakkah lebih jelik pabila ketika ada segolongan pihak yang ingin membuat tugas menyedarkan ummat tentang hakikat Islam ini dihalang dengan kuatnya. Tetapi mereka yang ingin melakukan konsert, pesta, keraian yang bukan-bukan dibenarkan dengan sesuka hatinya? Maka dimanakah kononnya Islam yang dilaung-laungkan itu?

Adakah Islam itu hanya tertegak dengan kata? Adakah Islam itu tertegak hanya dengan ceramah dan jualan air liur sahaja?



Saudaraku,

Islam itu adalah kehidupan kita. Saat kita mengucapkan shahadah, kita telah berikrar dan mengikat perjanjian untuk menerima Islam sepenuhnya.

Tiada istilah “part time Muslim”. Hari ini aku ikut jalan kafir, esok aku ikut jalan Islam. Tiada istilah pengasingan Islam dari kehidupan. Tidak ada pengasingan Islam itu dari pemerintahan. Kerana Islam ini sungguh lengkap dan syumul.

Segalanya dari aspek kehidupan seharian, pemerintahan malah kematian. Ketika kita bershahadah, kita telah berikrar pada aqidah kita dan juga kita juga berikrar bahawa kita sanggup mengikut Islam ini.

Adakah shahadah itu sekadar hanya kata-kata kosong??? Renung-renungkan bersama.