بِسۡمِ ٱللهِ ٱلرَّحۡمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
# Jadikanlah Ghadhdul Bashar (menundukkan pandangan) sebagai "hiasan mata" anda, nescaya akan semakin bening dan jernih.
# Oleskan "lipstik kejujuran" pada bibir anda, nescaya akan semakin manis.
# Gunakanlah "pemerah pipi" anda dengan kosmetik yang terbuat dari rasa malu yang dibuat dari salon Iman.
# Pakailah "sabun Istighfar" yang menghilangkan semua dosa dan kesalahan yang anda lakukan.
# Rawatlah rambut anda dengan "Selendang Islami" yang akan menghilangkan kelemumur pandangan lelaki yang merbahayakan.
# Hiasilah kedua tangan anda dengan gelang Tawadhu' dan jari-jari anda dengan cincin Ukhuwwah.
# Sebaik-baiknya kalung anda adalah kalung "kesucian".
# Bedaklah wajah anda dengan "air Wudhu" nescaya akan bercahaya di akhirat
Thursday, April 1, 2010
~Anda Ingin Cantik ?~
Saturday, February 27, 2010
~6 Perkara Yang Mendorong Seseorang Itu Mengumpat Menurut Imam Al Ghazali~
SIKAP suka mengumpat atau menceritakan keburukan dan kelemahan orang lain
dilaknat oleh Allah.
Mereka yang bersikap demikian, secara disedari atau tidak mencela dan
mengaibkan orang lain yang hukumnya berdosa besar.
Ketika berbual, sama ada secara sengaja atau tidak, mereka menceritakan
keburukan ketuanya, jiran, saudara mara dan orang yang lalu di hadapan
mereka.
Firman Allah bermaksud: "Hai orang yang beriman, kalau datang kepada kamu
orang jahat membawa berita, periksalah dengan saksama supaya kamu jangan
sampai mencelakakan suatu kaum yang tidak diketahui, kemudian kamu menyesal
di atas perbuatanmu itu." (Surah al-Hujurat, ayat 6)
Sabda Rasulullah saw seperti yang diriwayatkan oleh Al-Thabrani daripada
Abu Hurairah bermaksud: "Yang paling dikasihi Allah antara kamu ialah mereka
yang baik akhlaknya, merendah diri, suka pada orang dan disukai orang. Dan
yang paling dimarahi Allah ialah mereka yang membawa fitnah, mencerai
beraikan di antara sesama saudara dan mencaci orang yang tidak bersalah."
Imam al-Ghazali ada menyebut enam perkara yang mendorong seseorang itu
mengumpat;
1. Ingin memuaskan hati disebabkan kemarahan yang memuncak hingga sanggup
mendedahkan keaiban dan kesalahan orang lain. Jika kemarahan tidak dapat
dikawal, ia boleh menimbulkan hasad dan dendam;
2. Suka mendengar dan mengikuti perbualan orang yang menyerang peribadi
dan kehormatan seseorang;
3. Mahu bersaing dan menonjolkan diri dengan menganggap orang lain bodoh
dan rendah;
4. Disebabkan dengki, dia iri hati dengan orang lain yang lebih beruntung
dan berjaya, seperti dinaikkan gaji dan pangkat;
5. Bergurau dan suka melawak untuk mencela dan mengatakan kelemahan dan
kecacatan hingga mengaibkan orang lain; dan
6. Sikap suka mengejek dan mencela disebabkan rasa bongkak dan sombong
kerana memandang rendah orang lain.
Sehubungan itu, Imam al-Ghazali menyarankan lima perkara untuk
menghentikan sikap suka mengumpat, antaranya ialah;
Harus sedar dan insaf mengumpat dan memburuk-burukkan orang lain itu
berdosa besar;
#Sedar dan membetulkan kesalahan sendiri daripada menyalahkan orang; dan
#Hendaklah berasa malu apabila memperli kecacatan orang lain. Ini kerana
mencela kecacatan fizikal seolah-olah mencerca Tuhan yang menciptakan.
Tuesday, February 2, 2010
~Kategori Tawakal Umat Akhir Zaman~
Kalau umat Islam di akhir zaman ini bertaqwa, pasti Allah akan bela. Allah akan bantu. Allah akan curahkan keberkatan dari langit dan bumi. Itu semua janji Allah, Maha Suci Allah dari mungkir janji.
Namun, sungguh menyedihkan nasib umat Islam dan juga nasib negara berpenduduk Islam di hari ini. Terbelakang, miskin, huru-hara, bencana. Tidak nampak adanya pembelaan dan bantuan Tuhan. Apakah Tuhan mungkir janji ? Itu tidak mungkin ! Artinya, umat Islam di akhir zaman ini masih belum bertaqwa sehingga belum nampak bantuan Tuhan.
Satu faktor yang membuat Umat Islam di akhir zaman ini susah hendak bertaqwa ialah karena tawakal kepada yang bukan selain Allah. Abuya Syeikh Imam Ashaari Muhammad At Tamimi membagi tawakal menjadi 4 (empat) kategori:
1. Tawakal kepada makhluk.
2. Tawakal kepada makhluk campur tawakal pada Tuhan
3. Tidak tawakal pada Tuhan & tidak tawakal pada makhluk
4. Tawakal kepada Tuhan, ini yang sebenarnya.
Kategori 1. Tawakal Kepada Makhluk.
Tawakal kepada makhluk ini memiliki banyak bagian. Diantaranya yang penting-penting:
a) Tawakal kepada diri.
Apa yang dimaksud dengan tawakal kepada diri? Satu perasaan hati yang tenang dengan perasaan-perasaan seperti: “selagi aku kuat, selagi aku sehat atau aku tak sakit, aku bisa hidup, aku tak susah hati, aku bisa makan bisa minum dan cari rezeki.” Artinya dia tawakal kepada diri. Artinya dia sudah MENUHANAN DIRI cuma dia tidak menyebut diri dia Tuhan. Dia bertawakal atau bersandar pada diri
b)Tawakal kepada harta.
Selagi duit ada dalam bank, selagi harta ada, selagi kebun ada, aku tak risau. Selagi rumah ada aku tenang. Dia memiliki harta benda yang yang dirasakan dapat membela dia. Dia berTuhankan harta.
c) Tawakal dengan gaji.
Orang yang mendapat gaji bulanan ini dia tenang dengan gajinya. “Selagi aku mendapat gaji bulanan aku bisa hidup, bisa makan, bisa minum, bisa kawin”. Bukan mulut yang berkata tapi perasaannya yang mengatakan seperti itu. Sebab tawakal itu soal batin, soal perasaan. Orang yang mendapat gaji bulanan ini paling tidak bertawakal dengan Tuhan. Bila sudah tanggal gajian, dapat gaji. Untuk apa susah, aku ada gaji. Gaji sudah jadi Tuhan. Sebab itu orang paling tak bertawakal dengan Tuhan adalah orang yang mendapat gaji bulanan. Orang yang paling bertawakal dengan makhluk adalah orang yang mendapat gaji bulanan terutama bila gajinya besar.
d) Tawakal kepada orang.
“Selagi tetangganya ada, karena dia pemurah, dia selalu tolong aku”. Dia tenang dengan tetangga. Dia bertawakal dengan tetangga. Tetangga menjadi Tuhan-nya.
e) Tawakal dengan pemerintah.
Selagi aku dapat bantuan subsidi dari pemerintah, tenang hatiku. Aku bisa makan, aku bisa hidup. Pemerintah menjadi Tuhan.
f) Ada org bertawakal dengan ilmunya.
Dengan ilmuku, aku bisa dapat duit dan harta. Aku berbicara 1 jam saja dapat 300 ribu. Aku counseling 500 ribu. Aku mengajar sebulan bisa dapat 3 juta. Selagi ilmu ini ada, tak perlu bimbang. Tenang hati dan lega rasanya. Dia telah berTuhankan ilmu. Dia berTuhankan akalnya.
Kategori 2. Tawakal Kepada Tuhan Sedikit, Kepada Makhluk Sedikit.
Dia mengakui juga bahwa Tuhan bagi rezeki. Dia tawakal kepada 6 hal di atas sedikit, tawakal kepada Tuhan juga sedikit. Dia orang beragama, mengerjakan sholat, dan berpuasa. Kalau kategori no 1 tadi Tuhan langsung tidak ada. Yang kategori kedua ini Tuhannya ada dua. Tuhan sebenar & Tuhan yang berupa benda-benda tadi baik ilmu, gaji, tetangga, diri atau pemerintah. Pergantungannya bercampur antara makhluk dengan Tuhan. Seolah-olah makhluk setaraf dengan Tuhan. Ini soal batin, mungkin tidak pernah diucapkan. Tawakal itu faktor hati dan faktor ruh.
Kategori 3. Tidak Tawakal Kepada Tuhan dan Tidak bertawakal Kepada Makhluk.
Dengan Tuhan tidak bertawakal itu mudah saja. Memang dia tidak pikir dan tidak kenal Tuhan. Dengan makhluk dia tak bergantung, tidak ada gaji, tidak ada pangkat, badan tidak sehat sehat, “aku ni mau jadi apa?”
Kalau panjang umur dia akan gila sebab hidup dia tak ada tempat bergantung. Dia tidak tawakal pada Tuhan, kepada makhluk pun juga tidak. Dia rugi dunia akhirat. Dia kecewa putus asa, di akhirat masuk neraka sebab tidak kenal Tuhan.
Kategori 4. Inilah orang yang Bertaqwa. Orang ini semata-mata bersandar dengan Tuhan
Walau dia banyak harta, dia tak pikir harta itu sebab Tuhan bisa tarik balik. Dia tidak bersandar dengan pangkat, pangkat juga bisa dicopot. Begitu juga dia tak bersandar pada diri sebab Tuhan bisa binasakan diri dia. Tuhan bisa tarik apapun yang ada pada diri dia. Begitu juga dia tak bersandar dengan ilmu, Sewaktu-waktu dia bisa dengan mudah menjadi lalai & gila. Ilmu itu tidak dapat lagi membelanya.
Orang seperti ini, kalau dia tidak ada harta, pangkat, dan jabatan, dia akan semakin bersandar kepada Allah. Kalau ada pun dia tidak bersandar dengan semua itu. Sebab kalau ada pun sewaktu-waktu Tuhan bisa tarik balik. Inilah kategori tawakal yang sejati. Untuk tawakal sungguh susah. Selalu di tipu dengan setan yang halus.
Kalau begitu, apakah kita tidak disuruh berusaha? Tidak perlu cari ilmu? Tidak perlu memegang jabatan? TIDAK, itu semua syariat. Semua aktivitas yang dibuat, baik berbentuk jabatan, gaji, dan ilmu itu memang harus dibuat. Itu syariat atau perintah Tuhan yang menyebabkan seseorang dapat pahala. Ilmu kalau kita pelajari mengikuti syariat, kita akan dapat pahala. Kalau kita memiliki jabatan, dan kita emban jabatan itu ikut syariat, itu ada pahala di sisi Tuhan. Ilmu, jabatan, harta, perlu dibuat sebagai sistem Islam tapi jangan bersandar kepada mereka seolah mereka yang memberi bekas kepada kita.
Mengapa orang payah dapat taqwa ?
Faktor hati! Faktor tidak menyerah bulat-bulat kepada Tuhan. Dia masih merasa faktor ilmu, faktor pangkat, yang menjayakan dia. Jadi kalau orang tak tawakal kepada Tuhan, tapi tawakal kepada diri, pangkat, dan pemerintah, maka dia syirik khafi. Akidah sudah cacat, dosa besar cuma tak kekal dalam neraka. Di sinilah banyak orang sangkut mengapa susah hendak bertaqwa.
Sembahyang malam mudah, berkorban mudah tapi tawakal susah. Di sinilah tersangkut terutama orang makan gaji. Moga-moga kuliah ini jadi panduan kita menyuluh batin kita, untuk kita membetulkan batin kita supaya jadi bertaqwa sehingga dapat bantuan dari Tuhan.
Thursday, July 30, 2009
PESANAN KHAS BUAT KAUM HAWA
6 pesanan khas untuk kaum Hawa, juga tidak ketinggalan secara umumnya untuk kaum Adam.
1. Jaga solat pada awal waktu. Kalau datang haid sekalipun dan tidak dapat solat, duduklah di atas tikar sembahyang supaya anak-anak tidak lihat si ibu yang diharamkan mendirikan solat dalam tempoh tersebut.
2. Hidupkan bacaan hadith Nabi SAW di rumah dengan keluarga. Dianjur baca hadis Fadhilat Amal. Ini amalan sahabiah zaman Nabi SAW sehingga dari rumah kita keluar anak-anak yg soleh yg mendoakan kesejahteraan kedua ibu bapa dunia/akhirat.
3. Baca Al Quran setiap hari walaupun hanya sepotong ayat. Kalau tak mampu nak baca kerana terlalu sibuk, cukup dengan mencium Al Quran dan muhasabah 'Ya Allah, apa dosa saya hingga saya tak dapat nak baca kitab-Mu pada hari ini."
4. Mendidik anak secara Islam. Mengajar anak-anak dari kecil bermula dengan doa-doa masnun.Iaitu doa seharian Nabi saw seperti doa tidur, bangun tidur, makan dan sebagainya.
5. Hidup sederhana dengan tidak membebankan suami. Setiap hari malaikat akan menghantar 500 jambangan bunga dari syurga untuk wanita yg hidup sederhana. Setiap titisan air masakan dan basuhan mereka akan menjadi zikir mohon keampunan kepada Allah swt atas wanita tersebut.
6. Galak suami untuk bermujahadah atas Agama Allah. Seorang isteri yg menggalakkan suaminya untuk solat berjemaah di masjid akan dapat pahala berjemaah suaminya termasuk solat dia sendiri.
ISRAK MIKRAJ
Lima pengajaran utama peristiwa Israk Mikraj
Oleh Mohd Ali Muhamad Don
Kembara Rasulullah ke alam lain perkuat lagi akidah mengenai kepercayaan ghaib, perintah solat
KINI selepas 40 tahun angkasawan Niel Amrstrong bersama Apollo 11, menjejakkan kaki ke bulan, masih banyak lagi rahsia langit yang tidak diketahui akal fikiran manusia. Malah akal tidak mampu untuk memikirkan sesuatu kecuali berdasarkan apa yang dapat dicapai pancaindera. Justeru, wahyu dan pertolongan Allah SWT saja yang boleh merungkai segala rahsia alam.
Contohnya peristiwa kembara agung Rasulullah SAW ke langit menjadi bukti kepada orang beriman betapa Allah Maha berkuasa menjemput kekasihnya, Nabi Muhammad SAW menerusi perjalanan menakjubkan daripada Masjidil Haram di Makkah, melalui ruang udara Madinah kemudian menuju ke Baitul Maqdis di Palestin, lalu dibawa naik melepasi langit ke tujuh dalam satu malam bertemu zat Allah SWT Yang Maha Mulia.
Peristiwa menghairankan ini dirakamkan oleh Allah SWT dalam firmannya yang bermaksud;
"Maha Suci Allah yang telah menjalankan hambaNya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam (di Mekah) ke Masjid Al-Aqsa (di Palestin), yang Kami berkati sekelilingnya, untuk memperlihatkan kepadanya tanda-tanda (kekuasaan dan kebesaran) Kami. Sesungguhnya Allah jualah Yang Maha Mendengar, lagi Maha Mengetahui . (Surah al-Isra':1)
Sehubungan dengan itu, umat Islam diingatkan agar tidak menjadikan peristiwa ini sebagai acara tahunan yang hanya dipenuhi dengan sesi ceramah dan juadah enak yang menyelerakan saja tanpa berusaha mengambil pelajaran daripada kejadian itu. Banyak kewajipan agama sama ada yang tersurat mahupun tersirat boleh dijadikan pedoman untuk manusia memperkuat keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT. Antaranya ialah;
* Wajib beriman dengan perkara ghaib
Peristiwa Israk Mikraj adalah peristiwa ghaib yang pernah menyebabkan sebilangan masyarakat Arab murtad kerana tidak dapat menerima perkhabaran disampaikan Nabi Muhammad SAW. Mana tidaknya, perjalanan mengambil masa berbulan-bulan ditempuhi Baginda SAW tempoh satu malam. Oleh itu, setiap umat Islam wajib percaya dengan perkara ghaib yang menjadi asas tauhid kepada Allah SWT. Ia bukanlah sesuatu yang begitu sukar kerana di dunia ini banyak perkara dibuktikan sains wujud tetapi tidak terlihat pandangan mata kasar. Contohnya oksigen dihidu oleh manusia setiap masa masih tidak diketahui hakikat sebenarnya.
* Perintah wajib mengerjakan sembahyang ¿ Ibadah sembahyang yang difardukan Allah SWT pada malam Israk dan Mikraj adalah suatu kaedah unik yang diadaptasi daripada pelakuan malaikat bagi melaksanakan tanggungjawab ibadah kepada Allah SWT. Setiap umat Islam wajib melaksanakan perintah ini, dalam apa situasi tanpa sebarang persoalan. Sembahyang lima waktu adalah tiang agama yang wajib dilaksanakan dengan penuh rasa khusyuk sambil mengharapkan keredaan.
*
* Wajib percaya dengan hari Kiamat
Sayugia difahami bahawa kehidupan dunia hanya sementara, seluruh manusia akan dihimpunkan di Padang Mahsyar untuk dihisab segala perlakuan ketika di dunia. Berdasarkan gambaran dunia laksana wanita tua yang uzur dan tak berdaya yang dipertontonkan kepada Nabi Muhammad SAW di malam Israk dan Mikraj, dunia kini di ambang kehancuran. Oleh itu setiap orang Islam bukan saja wajib percaya dengan Hari Kiamat tetapi diperintahkan untuk membuat persiapan berupa bekalan amal kebajikan bagi menghadapi hari dahsyat itu. Individu Muslim disaran agar meletakkan diri dalam realiti seorang pengembara dalam perjalanan bertemu Allah SWT dengan membawa berbagai bekalan kebajikan semasa di dunia bagi mengelak kesulitan untuk sampai ke destinasi yang dituju. Disamping itu persembahan hadiah berupa amalan ibadah kepada Allah SWT juga mesti disediakan agar beroleh kebahagiaan yang kekal lagi abadi.
* Wajib percaya dengan azab Tuhan
Berbagai-bagai seksaan ditunjukkan kepada Nabi Muhammad SAW dalam perjalanan Israk dan Mikraj akibat perbuatan zina, makan riba', ingkar menunaikan kewajipan sembahyang dan membayar zakat, selalu berdusta serta pecah amanah membuktikan betapa Allah SWT Maha Berkuasa menghukum hamba yang berdosa. Semua gambaran itu diharap menginsafkan umat Islam agar sentiasa menjauhi perbuatan dosa.
Dari sudut lain, gambaran kurnia Ilahi kepada satu kaum yang menanam tanaman dan menuai pada hari sama seharusnya menjadikan individu Muslim memiliki semangat juang tinggi terutama ketika berhadapan dengan syaitan.
* Wajib percaya dengan qada dan qadar
Dalam mengharungi kehidupan dunia yang penuh pancaroba ini, manusia berdepan dengan dugaan dan rintangan yang mematangkan jiwa. Biasa didengar ada orang yang beroleh kenikmatan dan terdapat pula yang ditimpa musibah. Nabi Muhammad SAW sebagai insan biasa juga tak lekang daripada ujian itu. Sebelum dijemput naik ke langit, Nabi Muhammad SAW diuji dengan kehilangan 2 individu penting dalam karier dakwahnya iaitu Aminah isterinya dan Abu Talib bapa saudaranya. Tetapi baginda SAW tetap tabah menghadapi ujian itu sehingga dipertemukan dengan Kekasihnya di malam Israk dan Mikraj yang penuh keberkatan. Maka selayaknya umat Islam mencontohi perbuatan Nabi Muhammad SAW dengan menerima segala qada dan qadar Ilahi tanpa terlalu bersedih apabila ditimpa musibah ataupun terlalu bergembira apabila diberi kenikmatan kerana ia suatu bentuk penilaian Allah SWT kepada hamba-hambanya.
Ada pelbagai lagi iktibar yang boleh diperoleh oleh sesiapa yang dibukakan hatinya oleh Allah SWT. Namun yang lebih utama, janganlah kita hanya berseronok merayakan berbagai hari kemuliaan Islam tanpa merenung pelajaran di sebalik setiap peristiwa yang berlaku.
Tuesday, May 19, 2009
~SOLAT - MENYINGKAP RAHSIANYA~
MUKADIMAH
Berbeza dari ibadat-ibadat yang lain, ALLAH S.W.T. telah memberikan perintah solat secara langsung kepada Nabi Muhammad S.A.W. Solat yang diterima dalam majlis yang tinggi dan mulia itu kemudian dibawa ke bumi untuk manusia.
Solat itu sebenarnya merupakan kunci segala hajat dan keperluan manusia. Ia tali penghubung antara manusia dengan Pencipta Yang Maha Tinggi lagi Agung. Dalamnya mengandungi pengiktirafan terhadap hak Tuhan Pentadbir Sekalian Alam dan pengakuan bahawa siapa diri kita yang sebenarnya. Ia menterjemahkan tuntutan dua kalimah syahadah dalam bentuk yang paling ketara dan nyata.
Setiap tidak tanduk, bacaan dan ketertiban solat itu mempunyai makna yang tersendiri. Ia lambang kesempurnaan tertib seorang hamba, zahir dan batin, jasad dan jiwa ketika menghadap Tuhan Rabbul Alamin ini. Tidak ada dalam dunia manusia yang lebih mengagungkan ALLAH S.W.T. dan merendahkan hatinya melainkan orang yang mendirikan solat serta diikuti dengan kefahaman semasa mendirikannya.Sayang sekali, alat atau hadiah yan tiada nilainya ini tidak dimengerti(tidak mengerti).
Lalu terdapat sebahagian dari kita yang mengingkari, bersikap acuh tidak acuh atau menjadikan solat itu sebagai urusan kedua, ketiga malah terakhir dalam melayari bahtera kehidupan sehari-hari.Justeru, semoga dengan apa yg dipaparkan ini dapat kita sama-sama ambil ikhtibar serta pelajaran untuk kita sama-sama muhasabah diri adakah benar-benar kita mendirikan solat secara sempurna? InsyaALLAH, sama-kita kita lihat.
SENI DALAM SOLAT - RAHSIA KEKHUSYUKAN
Menemui keindahan Solat
Alangkah indahnya jika solat yang kita lakukan untuk mencari redha dan cinta ALLAH. Jika ini dijadikan matlamat, lambat laun permata redha dan cinta itu akan ditemui juga akhirnya. Solat melibatkan fakulti fizikal dan spiritual. Memberi perhatian kepada aspek zahir sahaja tanpa mempeduli aspek spiritual solat menyebabkan kepincangan dalam mencapai matlamat dan kebaikan solat. Menurut al-Jailani, solat yang sebenar ialah solat jasmani yang diiringi dengan solat hati. Inti di dalam solat ialah mengingati ALLAH S.W.T. Firman ALLAH S.W.T. yang bermaksud: "Dan dirikanlah solat itu untuk mengingati-Ku" Taha 20:14. Justeru, seseorang yang mendirikan solat yang sebenar harus sedar dan menjadikan mengingati ALLAH S.W.T. itu sebagai matlamat utama dalam solat. Ia penting kerana mengingati ALLAH akan membawa kepada 'pendekatan' dan 'pertemuan' dengan Penciptanya. Menurut Imam Al-Ghazali, maksud pendekatan dan pertemuan itu ialah membawa maksud peroleh cahaya petunjuk, mesra dengan rahmat dan kasih sayang-Nya serta pembukaan kepada pengetahuan mengenai perkara yang mendekatkan diri kepada-Nya (Maghrifatullah).
Justeru, antara kunci untuk mencapai khusyuk dan nikmat solat itu ialah dengan mengambil perhatian terhadap pembangunan hati. Menurut Imam Al-Ghazali, hati adalah wadah tempat mengalirnya nur hidayah ALLAH S.W.T. kepada manusia. Hati umpama cermin pada pelita. Hidayah di dalamnya umpama api pada sumbu yang menyalakan pelita. Jika bersih cermin hati, maka bersinar gemilanglah cahaya yang dipancarkan. Kiasan ini boleh kita ambil daripada Surah An-Nur:35 dan perbahasan mengenainya dalam buku 'Kimia' as- Sa'adah' oleh Imam Al-Ghazali. Penumpuan hati membawa kepada kekhusyukkan. Khusyuk pula membawa kepada pembukaan ilmu yang seni serta nikmat keindahan dapat dirasai di hati. Firman ALLAH S.W.T. yang bermaksud :"Telah berjaya orang yang beriman yang ketika di dalam solatnya ia khusyuk"Al-Mukminun 23:1. Justeru, solat menjadi wadah kepada seseorang mukmin untuk meneruskan perjalanan mencari keredhaan dan kecintaan ALLAH S.W.T. yang abadi. Menurut Rasulullah S.A.W. hati adalah 'raja' kepada anggota badan. Baik dan buruknya hati seseorang itu akan mempengaruhi tingkah lakunya yang zahir.
Dari satu aspek. solat berkaitan dengan perjanjian manusia untuk mengabdikan kepada Tuhannya. Sesorang yang mengucapkan dua kalimah syahadah bermakna ia mengulang kembali pengakuan yang pernah dimenterai di hadapan Tuhannya di Alam Roh. Al-Quran menegaskan bahawa kita telah memberi pengakuan bahawa ALLAH S.W.T. adalah Tuhan. Kita juga menerima beban amanah sebagai khalifah ALLAH. Amanah ini tidak sanggup dipikul oleh oleh langit dan gunung-ganang serta makhluk-Nya yang lain. Firman ALLAH S.W.T. bermaksud:"Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak Adam dari sulbi mereka dan ALLAH mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka, 'Bukankah Aku ini Tuhanmu?' Mereka menjawab:'Betul, kami menjadi saksi'. Agar di hari Kiamat kamu tidak mengatakan:'Sesungguhnya kami orang yang lengah terhadap ini."Al-A'raf 7:172.
AKAN BERSAMBUNG!
